Bad mood sudah menjadi bagian dari keseharian manusia pada umumnya, saat ini kita hidup di zaman yang cenderung mengabaikan dan merendahkan perasaan-perasaan tersebut. Dalam budaya kita sendiri, emosi normal yang ada pada diri manusia seperti kesedihan yang bersifat sementara sering kali dianggap sebagai gangguan. Namun tahukah Anda bahwa banyak bukti berkembang mengenai mood negatif seperti merasa sedih memiliki beberapa manfaat psikologis. Penelitian ini dilakukan Joseph Paul Forgas, selaku Scientia Professor of Psychology dari UNSW. Untuk menguji hal ini para peneliti sebagai langkah awal mencoba memanipulasi mood, misalnya dengan menunjukkan film bertemakan bahagia dan film yang bertema sedih, lalu mengukur perubahan performansi mereka. Berikut 5 keuntungan psikologis ketika perasaan bad mood melanda Anda.

Bad Mood
Bad Mood

Memori lebih baik

Pada sebuah penelitian, bad mood atau perasaan sedih (akibat cuaca buruk) membuat seseorang mengingat dengan jauh lebih baik mengenai hal detail tentang toko yang baru saja dikunjungi. Bad mood juga berpengaruh pada memori penglihatan menjadi lebih baik.

Penilaian lebih akurat

Sebuah perasaan sedih ringan bisa mengurangi beberapa distorsi dalam membentuk kesan seseorang. Contohnya, seorang penilai akan mempunyai kesan yang lebih tajam dan akurat tentang orang lain, hal ini dikarenakan mereka memproses detail yang ada secara lebih efektif. Peneliti juga mengungkapkan bahwa bad mood bisa mengurangi kemungkinan untuk ditipu dan lebih meningkatkan sikap skeptis pada saat menilai sebuah mitos atau rumor. Selain itu bad mood  juga lebih meningkatkan kewaspadaan untuk mendeteksi penipuan. Orang yang berada pada kondisi bad mood ringan cenderung tidak menggantungkan pikiran pada stereotipe yang sederhana.

Menjadi motivasi dalam kegiatan

Penelitian lain juga menemukan bahwa ketika orang yang diteliti bahagia dan sedih diminta mengerjakan soal uji mental yang cukup susah, mereka dengan kondisi bad mood cenderung mencoba lebih keras dan tekun. Mereka menghabiskan waktu untuk mengerjakan lebih lama, lebih banyak bertanya dan menghasilkan banyak jawaban yang benar.

Bad Mood
Bad Mood

Komunikasi lebih baik

Sikap atentif dan pikiran yang mendetail pada saat bad mood juga bisa meningkatkan kualitas berkomunikasi. Para peneliti mengungkapakan bahwa orang yang berada pada kondisi sedih menggunakan argumen persuasif lebih banyak untuk meyakinkan pada orang lain. Mereka juga baik dalam menganalisis kalimat ambigu dan dan lebih baik pada saat berbicara.

Bad Mood
Bad Mood

Meningkatnya rasa keadilan

Ternyata bad mood ringan bisa menyebabkan seseorang memperhatikan lebih detail dan seksama pada ekspektasi. Sehingga mereka sering memperlakukan orang lain dengan tidak egois dan lebih adil.

Kita harus mengakui bahwa bad mood merupakan hal normal dan manusiawi, bahkan bisa bermanfaat dan adaptif untuk menjadi manusia. Hal ini akan membantu manusia pada saat menghadapi banyak situasi sehari-hari. Jadi tidak menjadi masalah jika bad mood, sedih, galau, namun tidak berlebihan dan dimanfaatkan dengan baik.

LEAVE A REPLY