Siapa yang tidak kenal dengan tokoh film fiksi Harry Potter? Film sekuel yang terkenal ini menceritakan tentang seorang anak kecil bernama Harry Potter yang terlahir dari keluarga penyihir. Dan dia harus melawan penyihir jahat yang ingin menguasai dunia. Sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan alur cerita ini.

Ternyata, film Harry Potter diadaptasi dari novel yang berjudul sama. Seri pertama sampai dengan ketujuh sudah menjadi novel best-seller. Ribuan buku sudah terjual habis oleh pecinta novel fiksi diseluruh dunia. siapa yang menyangka? Bahwa yang menciptakan tokoh Harry Potter adalah seorang wanita bernama Joanne Kathleen Rowling atau yang akrab disebut dengan JK. Rowling.

Menurut wanita kelahiran 31 Juli 1965 di Cipping Sodbury, Inggris ini tidak mudah menulis cerita fiksi. Rowling mengaku, banyak hambatan yang dilaluinya. Mau tau seperti apa tipsnya untuk bisa menjadi novelist terkenal? Yuk intip

  1. Berusaha sungguh-sungguh

Rowling bukan dari keluarga terpandang, ia single parent dan sempat depresi sejak pernikahannya gagal. Awalnya, Rowling tidak mempunyai fasilitas komputer untuk mengetik naskahnya. Ia hanya mengandalkan mesin tik tua. Bahkan untuk membayar fotokopi saja, ia tidak mampu. Maka dari itu, ia terpaksa mengetik ulang naskah yang akan diajukan ke penerbit.

  1. Pantang menyerah

Sebelum menjadi novel best seller, ternyata, naskah Rowling pernah ditolak 12 penerbit loh. Namun, single parent itu tidak menyerah. Demi menghidupi anak perempuannya yang bernama Jessica, buah cintanya dari pernikahan pertama, ia terus memasarkan naskahnya. Akhirnya dipenerbit yang ke-13, naskahnya diterima, dengan judul Harry Potter dan Batu Bertuah.

  1. Tekun dan fokus

Pernah lihat novel Harry Potter? Sangat tebal bukan? Pasti kalian lebih baik menonton filmnya, daripada membaca novelnya. Rowling mendapatkan ide Harry Potter yang ternyata tokoh buatan ia saat mendongengkan anaknya tidur. Dan terciptalah Harry Potter pada tahun 1990. Dan ia membutuhkan waktu 17 tahun untuk menyelesaikan seri terakhir Harry Potter tersebut.

  1. Buat perencanaan dan observasi

Rowling tidak menyangka bahwa Harry Potter sangat dicintai oleh semua orang. Ibu Harry Potter ini menyarankan untuk melakukan perencanaan dan observasi dahulu sebelum menulis, agar buku yang dihasilkan tidak hanya menarik untuk dibaca namun bisa dipertanggung jawabkan juga. Rowling mengaku, bahwa perencanaan Harry Potter berawal saat dia didalam perjalanan kereta api selama 40 jam.

Ia memaksa untuk terus merenung dan menyimpan setiap detail cerita Harry Potter berikut juga dengan alur cerita dan penokohan yang akan ditulis. Dan Rowling membuthkan 5 tahun untuk melakukan observasi dari cerita tersebut.

  1. Menulislah dimanapun dan kapanpun

Semakin banyak kamu menulis, semakin banyak pula kosakata yang kamu miliki. Penulis yang sukses adalah mereka yang mempu menghabiskan waktu sepanjang hari untuk membuat paragraph-paragraf yang indah untuk dibaca. Namun yang harus kamu tau, bahwa mengatur jadwal menulis itu tidaklah mudah. Dibutuhkan komitmen yang kuat agar mampu menulis dengan sesering mungkin.

Rowling pasti menemukan hal-hal yang menghambat karir penulisannya. Namun, ia tidak menyerah dan tekun akan passion yang dimilikinya. Ia menumbuhkan sifat yakin dan percaya diri yang tinggi. Terbukti bahwa novel Harry Potter sangat laku keras dari seri pertama dan berhasil menyelesaikan seri terakhirnya yang berjudul Harry Potter and Dealthy Hallows pada tahun 2005.

LEAVE A REPLY