Aplikasi berbasis freeinstall sepertinya tak akan pernah sepi peminat. Maklum, karena masih sangat banyak orang yang suka gratisan daripada menggunakan aplikasi berbayar. Kalau bisa dapat gratisan kenapa harus bayar, mungkin begitulah slogan para pengguna aplikasi gratis.

Memilih aplikasi freeinstall boleh-boleh saja bahkan reccomended  buat kita yang cekak isi kantongnya. Aplikasi gratis banyak tersedia di internet dengan berbagai macam fungsi, baik untuk digunakan pada OS komputer maupun android. Kita tinggal search kata kunci sesuai jenis aplikasi yang kita butuhkan dan kemudian tinggal memilih jenis aplikasi yang sesuai dengan yang kita butuhkan.

Namun didalam menggunakan aplikasi gratis freeinstall ini, terdapat sejumlah hal yang menuntut kita lebih hati-hati dan waspada sebelum mengunduh dan menginstalnya dalam perangkat yang kita miliki. Hal ini karena sejumlah aplikasi gratis menyimpan beberapa potensi bahaya baik pada saat mengunduh pada laman web-nya maupun ketika hendak atau sudah diinstal. Simak beberapa potensi bahayanya berikut ini :

  1. Privacy Policy
Freeinstall
Freeinstall

Sejumlah freeinstall app tidak dilengkapi dengan pengelolaan privacy policy yang transparan. Ketentuan privacy policy memberikan jaminan keamanan pengguna data. Setiap menginstal suatu aplikasi, user pasti disodori keterangan penggunaan data pengguna oleh developer app. Dengan keterangan privacy policy user akan bisa mengetahui data-data yang dia berikan akan digunakan dan dikelola seperti apa oleh pihak developer app. Bila aplikasi tidak dilengkapi dengan privacy policy maka data user sangat rawan disalahgunakan.

  1. Malware/virus
Freeinstall
Freeinstall

Software freeinstall paling rawan ditunggangi oleh malware/virus. Malware/virus yang ikut serta menempel pada sebuah aplikasi gratis banyak sekali macamnya dan tingkat bahayanya bagi perangkat kita juga berbeda-beda. Meskipun ada potensi malware yang ikut bisa jadi tak terlalu mengancam, namun malware tetaplah malware, akan bisa merubah komposisi perangkat lunak pada perangkat elektronik kita sehingga sejumlah ketidaknyamanan pemakaian berpeluang untuk terjadi.

  1. Konten dewasa
Freeinstall
Freeinstall

Sejumlah pengguna aplikasi gratis pasti sudah tidak asing ketika mengunduh freeinstall aplikasi dari sebuah alamat web akan biasa muncul konten-konten dewasa baik muncul sebagai iklan pop up maupun iklan backlink yang bannernya selalu terpampang pada dashboard laman yang menyediakan freeware. Bagi sebagian orang tentu hal ini menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri.

  1. Automatic link
Freeinstall
Freeinstall

Automatic link biasanya akan terbuka dengan sendirinya ketika kita masuk pada halaman muka laman penyedia freeinstall aplikasi. Automatic link biasanya berupa iklan atau backlink ke laman lain yang sejenis, terkadang juga bisa saja mengarah ke alamat-alamat web yang agak ‘nyleneh’. Tiap kali kita ingin mengklik pilihan pada halaman muka web yang kita kunjungi, automaticlink pun akan terbuka dengan sendirinya, menjadikan browser kita membuka banyak alamat yang tidak kita inginkan.

  1. Fake link
Freeinstall
Freeinstall

Setiap orang yang mencoba download aplikasi gratis sering tertipu dengan fake link ini. Bila kita ingin mengunduh suatu aplikasi gratis, seringkali banyak sekali pilihan tombol download yang ada sehingga seringkali kita bingung tombol mana yang harus di klik untuk mengunduh aplikasi yang kita maksud tersebut. Bila salah klik kita bisa saja meluncur ke link lain yang tidak kita butuhkan. Atau bila tidak begitu maka yang terunduh biasanya bukanlah aplikasi yang kita maksudkan. Fake link pada tombol freeinstall app sepertinya sudah cukup familiar bagi para pengunduh aplikasi gratis.

Aplikasi freeinstal gratisan memang selalu menjadi perburuan. Menjanjikan sejumlah keuntungan pemakaian tanpa menguras keuangan. Namun demikian kehati-hatian dan kewaspadaan ketika mengunduhnya perlu benar-benar jadi perhatian. Bila tidak, alih-alih dapat keuntungan malah buntung yang bisa kita dapatkan.

LEAVE A REPLY