Pada saat Doraemon mengeluarkan benda ajaib dari kantung ajaib nya, pasti banyak anak-anak berkhayal “Seandainya aku punya doraemon”. Diantaranya baling-baling bambu dan pintu ke mana saja, ada dalam daftar terbanyak benda yang diinginkan anak-anak. Benda-benda itu sering dijadikan objek saat anak-anak bermain peran. Berikut alasan kenpa anak generasi 90-an tidak bisa melupakan Doraemon.

Generasi 90-an
Generasi 90-an
  • Hiburan untuk anak-anak masih terbatas

Di zaman itu mainan anak generasi 90-an belum banyak, game console masih terbatas, sementara gadget atau smartphone belum lahir. Sebagai hiburan, anak-anak lebih banyak bermain di luar dengan teman-teman nya. Tontonan yang kid friendly pun juga masih jarang, sehingga kehadiran animasi Doraemon terasa bagaikan angin segar bagi anak-anak di kala itu.  

  • Ditayangkan di jam ‘prime time’

Kalau biasanya di hari aktif sekolah kita malas bangun, lain halnya dengan hari Minggu. Bangun pagi, mandi, kemudian duduk di depan televisi untuk menunggu munculnya kartun Doraemon dan tayangan kartun generasi 90-an. Kartun ini ditayangkan antara jam 8 sampai 9 pagi, bahkan di tahun-tahun berikutnya, Doraemon konsisten dan tidak pernah berganti jam tayang.

Generasi 90-an
Generasi 90-an
  • Ceritanya lucu dan karakternya dekat dengan keseharian

Siapa sih yang tidak  gemas melihat si gendut Doraemon? Atau jadi geregetan sama tingkah Giant dan Suneo? Cerita komedi yang biasanya selalu berawal dari Nobita yang selalu sial, sukses membuat kita tertawa. Selain Doraemon, anak-anak dengan mudah diperkenalkan bahwa karakter para tokoh di kartun juga ada di dunia nyata. Ada anak malas, incaran hati, pembully, dan juga mama yang galak.

Generasi 90-an
Generasi 90-an
  • Banyak benda – benda ajaib

Ketika Nobita terkenal sial, doraemon pasti memberikan alat – alat yang bisa membantunya. Dari sinilah timbul khayalan anak-anak untuk bisa memiliki benda – benda ajaib tersebut. Tidak jarang dari mereka menjadikan benda disekitar sebagai objek saat bermain peran dengan teman – temannya.

  • Beberapa adegan ada yang agak dramatis

Cerita dalam kartun Doraemon tidal selalu membuat kita tertawa, beberapa ada yang membuat mata basah dan mengharukan. Masih ingat bagaimana Doraemon akan meninggalkan Nobita di ‘stand by me’, sementara Nobita mencoba membuktikan dirinya sanggup menjaga diri bertarung dengan Giant sampai babak belur? Percaya atau tidak, banyak adegan menyentuh dalam animasi yang umurnya mencapai 30 tahun ini ketika ditayangkan di Indonesia.

Generasi 90-an
Generasi 90-an
  • Syarat pesan moral

Keberanian, ketekunan, dan kesetiakawanan adalah hal yang sering digambarkan di setiap episodenya. Rela berkorban demi teman, cinta kasih orangtua, serta sayang pada binatang dan makhluk lain, juga diusung di serial generasi 90-an ini. Inilah salah satu alasan mengapa orangtua membiarkan anak-anaknya tergila-gila dengan kartun satu ini dan rela membagi televisi selama setengah jam demi melihat senyum di wajah putra-putri mereka.

 

LEAVE A REPLY